"Kenapa?" tanya Ervan tertahan. Airin menatap Ervan dengan mata berkaca-kaca. Sudah berakhir, bisik Airin, bersamaan pandangannya yang kian kabur. Ervan masih menatap tak percaya. "Kenapa kamu bisa di sini?" tanyanya tertahan. Tampak sangat syok. Airin tak menjawab. Tak mengerti dengan apa yang Ervan ucapkan. Benarkah rasa sayang pada akhirnya tetap akan torehkan luka? Pertanyaan itu berp…