"Lee Hae Woo-ssi." Hye Jin membuka kelopak matanya perlahan. Akibat senyawa sialan itu, mata kirinya kini hanya tinggal segaris la tidak bisa membuka lebih lebar dari ini. "Aku akan memastikan diri untuk tidak melupakannya, Lee Hae Woo-ssi. Terima kasih karena telah memberiku pengingat. Aku tidak akan menghapusnya." Song Hye Jin identik dengan tiga hal. Pertama, keras kepala. Gadis itu pernah…