Text
BIANGLALA: ANTOLOGI CERITA PENDEK
Tentu saja cerita-cerita seperti ini akan menjadikan kita semakin kaya
dengan pengalaman-pengalaman perempuan-perempuan yang berada di dunia profesional yang kebanyakan dijabat oleh kaum laki-laki.
Ratna Indraswari Ibrahim (Novelis)
Ini bukan sekadar cerpen tentang cinta yang menghibur. Melainkan, cerpen tentang pengembaraan cinta yang berjiwa, diterangi bias-bias cahaya Illahi tanpa batas. Tentu membawa pencerahan bagi pembaca.
Naning Pranoto (Penulis)
Saya mencatat, ada benangmerah di antara tulisan-tulisan 6 (enam) penulis cerpen ini: yang digambarkan adalah dunia perempuan [atau: wanita - adakah bedanya?], settingnya metropolis, dan masalampau sekali-sekali membayang-bayang - baik sebagai sesuatu yang kelam, atau yang menggairahkan, atau sebagai pelajaran bagi kala kiwari.
Veven Sp. Wardhana (Penikmat budaya massa)
Antologi ini membuktikan bahwa para penulisnya berkemampuan meruntuhkan tirani di kepala mereka. Bukan hanya itu, mereka berhasil menjadi pencerita yang menghidangkan cermin yang berguna untuk kita, para pembaca.
Eep Saefulloh Fatah (Pemerhati politik dan peminat sastra)
Membaca kumpulan cerpen ini, akan menggugah setiap pembacanya untuk mencoba menulis setiap kejadian hidupnya dalam bentuk cerpen entah akan di "publish" atau tidak, oleh karena, sebagaimana para penulis cerpen ini, tidak ingin keindahan, makna, dinamika dalam setiap momen kehidupannya hilang begitu saja.
Maliki Heru Santosa (Peminat cerpen)
Saat kata telah sepenuhnya menjadi rasa dan kelembutan justru menjadi
keteguhan, saat itulah karya-karya ini terikat menjadi buku memikat.
Dr. Zaim Ukhrowi (CEO Balai Pustaka)
Tidak tersedia versi lain